Menikmati Perjalanan Mencari Kerja
Dear Binusian, memasuki dunia kerja merupakan salah satu fase penting dalam perjalanan seseorang. Setelah menyelesaikan pendidikan, tantangan berikutnya bukan sekadar mendapatkan pekerjaan, tetapi menemukan kesempatan yang sesuai dengan kemampuan, minat, serta tujuan karier. Dalam praktiknya, proses mencari pekerjaan tidak selalu berjalan mudah. Kandidat dapat menghadapi persaingan yang ketat, lowongan yang tidak sesuai ekspektasi, proses seleksi yang panjang, hingga penolakan dari perusahaan.
Berbagai aspek perjalanan mencari kerja, mulai dari memahami diri sendiri, mempersiapkan CV dan surat lamaran, memanfaatkan berbagai kanal pencarian kerja, menghadapi interview, hingga melakukan negosiasi gaji. Salah satu hal yang dapat dimanfaatkan oleh pencari kerja adalah Job Fair atau Job Expo.
Job fair bukan sekadar tempat untuk menyerahkan CV kepada perusahaan, tetapi dapat menjadi ruang untuk mengenal industri, memahami kebutuhan perusahaan, membangun koneksi, serta menemukan peluang baru.
Yuk ketahui tips & triknya sebelum datang ke Job Fair atau Job Expo :
- Kenali Diri Sebelum Mencari Pekerjaan
Langkah pertama dalam mencari pekerjaan adalah memahami diri sendiri. Pencari kerja perlu mengetahui apa yang menjadi minat, kemampuan, pengalaman, nilai, serta arah karier yang ingin dibangun. Kesalahan yang sering terjadi adalah seseorang melamar sebanyak mungkin lowongan tanpa terlebih dahulu mempertimbangkan kesesuaiannya dengan dirinya. Strategi seperti ini memang dapat meningkatkan jumlah lamaran, tetapi belum tentu meningkatkan kualitas peluang.
Sebelum menghadiri job fair, pencari kerja sebaiknya menjawab beberapa pertanyaan:
-
- Bidang pekerjaan apa yang saya minati?
- Kompetensi apa yang saya miliki?
- Posisi apa yang sesuai dengan latar belakang saya?
- Industri apa yang ingin saya masuki?
- Keterampilan apa yang masih perlu saya kembangkan?
- Apa tujuan saya dalam pekerjaan pertama?
Dengan memahami pertanyaan tersebut, kalian akan lebih mudah menentukan perusahaan dan posisi yang ingin dilamar.
- Jangan Datang ke Job Fair Tanpa Persiapan
Persiapan sebelum datang menjadi sangat penting. Pencari kerja dapat melakukan riset mengenai perusahaan yang berpartisipasi, posisi yang tersedia, bidang bisnis perusahaan, serta kualifikasi yang biasanya dicari. Dengan melakukan riset terlebih dahulu, kandidat tidak hanya datang untuk "mencari kerja", tetapi datang dengan tujuan yang jelas.
Persiapan juga mencakup dokumen dan penampilan. CV harus diperbarui dan disesuaikan dengan posisi yang dituju. Jika memiliki portofolio, sertifikat, atau dokumen pendukung lain yang relevan, semuanya perlu disiapkan dengan baik.
- CV Bukan Sekadar Daftar Riwayat Hidup
CV merupakan salah satu pintu pertama yang menentukan apakah kandidat akan mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. CV sebaiknya tidak dibuat sebagai dokumen yang berisi seluruh pengalaman hidup seseorang. CV harus menunjukkan informasi yang relevan dengan pekerjaan yang dilamar.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
-
- Cantumkan informasi kontak yang aktif dan profesional.
- Tampilkan pengalaman yang relevan dengan posisi.
- Jelaskan kontribusi atau pencapaian, bukan hanya nama tugas.
- Gunakan struktur yang mudah dibaca.
- Sesuaikan CV dengan posisi yang dituju.
- Hindari informasi yang tidak relevan dan terlalu panjang.
- Pastikan tidak ada kesalahan penulisan.
Bagi fresh graduate yang belum memiliki pengalaman kerja formal, pengalaman organisasi, magang, proyek, kepanitiaan, freelance, maupun pengalaman lain dapat digunakan untuk menunjukkan kompetensi.
Saat Berada di Booth Perusahaan, Jangan Hanya Menyerahkan CV. Salah satu kesalahan yang dapat terjadi ketika mengikuti job fair adalah kandidat hanya menyerahkan CV kemudian berpindah ke booth berikutnya. Interaksi dengan recruiter merupakan kesempatan untuk memperkenalkan diri secara singkat.
Kandidat dapat mempersiapkan elevator pitch, yaitu perkenalan singkat mengenai siapa dirinya, latar belakangnya, kompetensi utama, dan posisi yang sedang dicari. Contohnya:
"Halo, saya Alvin, fresh graduate dari jurusan Manajemen Kampus Bina Nusantara. Saya memiliki pengalaman magang di bidang marketing selama enam bulan dan aktif mengelola media sosial organisasi kampus. Saat ini saya tertarik dengan posisi Marketing Officer dan ingin mengembangkan kemampuan saya di bidang digital marketing."
Perkenalan seperti ini membuat recruiter lebih mudah memahami profil kandidat dibandingkan hanya menerima CV tanpa konteks.
- Gunakan Job Fair untuk Membangun Networking
Networking tidak harus langsung menghasilkan pekerjaan. Hubungan profesional yang dibangun hari ini dapat memberikan manfaat di kemudian hari, misalnya informasi mengenai lowongan, rekomendasi, atau kesempatan mengikuti proses rekrutmen. Pencari kerja dapat berinteraksi dengan recruiter, profesional perusahaan, maupun sesama pencari kerja. Informasi yang diperoleh dari percakapan tersebut dapat membantu kandidat memahami kondisi industri dan kebutuhan pasar kerja. Karena itu, penting untuk menjaga komunikasi secara profesional setelah acara selesai, misalnya melalui LinkedIn apabila memang sesuai dan relevan.
- Jangan Menganggap Penolakan sebagai Kegagalan
Pencarian kerja hampir selalu melibatkan penolakan. Kandidat dapat merasa sudah memenuhi kualifikasi, tetapi tetap tidak lolos. Hal tersebut tidak selalu berarti kandidat tidak kompeten. Perusahaan memiliki banyak pertimbangan dalam memilih kandidat, mulai dari kebutuhan posisi, jumlah pelamar, pengalaman, kompetensi, kecocokan dengan tim, hingga kondisi internal perusahaan.
Karena itu, penolakan sebaiknya dipandang sebagai bagian dari proses belajar. Daripada berhenti setelah mengalami penolakan, kandidat dapat melakukan evaluasi:
-
- Apa yang sudah baik?
- Apa yang masih kurang?
- Apa yang dapat diperbaiki pada lamaran berikutnya?
Dengan cara tersebut, setiap proses rekrutmen dapat menjadi pengalaman untuk meningkatkan kesiapan.
- Persiapkan Diri untuk Tahap Interview
Job fair terkadang menjadi pintu awal menuju proses seleksi berikutnya. Setelah CV diterima, kandidat mungkin akan menghadapi screening, psikotes, interview HR, interview user, hingga tahap lainnya.
Karena itu, persiapan tidak boleh berhenti setelah menyerahkan CV. Kandidat perlu memahami profil perusahaan, posisi yang dilamar, pengalaman yang dimiliki, serta alasan mengapa tertarik pada pekerjaan tersebut.
Interview bukan sekadar ajang perusahaan menilai kandidat. Kandidat juga memiliki kesempatan untuk menilai apakah perusahaan dan posisi tersebut sesuai dengan dirinya.
- Job Fair sebagai "Career Starting Point"
Berdasarkan gagasan tersebut, job fair sebaiknya tidak dipandang hanya sebagai tempat mencari lowongan. Job fair dapat menjadi career starting point bagi seseorang untuk:
-
- Mengenali perusahaan dan industri;
- Memahami kebutuhan kompetensi di dunia kerja;
- Mendapatkan informasi lowongan dan memahami posisi yang paling sesuai dengan dirinya;
- Memperkenalkan diri kepada recruiter;
- Melatih komunikasi profesional;
- Membangun networking;
- Menguji kesiapan cv dan profil professional.
Dengan persiapan yang baik, seseorang tidak lagi datang ke job fair dengan pola pikir "semoga ada perusahaan yang menerima saya", tetapi dengan pola pikir "saya siap menunjukkan nilai yang dapat saya berikan kepada perusahaan."
Kesimpulan
CV perlu dipersiapkan dengan baik, kanal pencarian kerja perlu dimanfaatkan secara optimal, interview perlu dilatih, dan setiap penolakan perlu dijadikan bahan evaluasi. Dalam konteks job fair, persiapan menjadi kunci. Datang dengan CV yang tepat saja belum cukup. Pencari kerja juga perlu memahami dirinya, melakukan riset perusahaan, mampu memperkenalkan diri, berkomunikasi dengan recruiter, dan memanfaatkan kesempatan networking.
Pada akhirnya, tujuan mengikuti job fair bukan hanya mendapatkan satu pekerjaan, tetapi membuka pintu menuju perjalanan karier yang lebih terarah.
Edited by Zia – BINUS Career
Daftar Pustaka
- Ray, S. (2020). Lagi probation: Menikmati perjalanan mencari kerja. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
- Gramedia Pustaka Utama. (2020). Lagi Probation: Menikmati Perjalanan Mencari Kerja. Gramedia Pustaka Utama