Articles

Review Buku : Mengubah Mindset Kepemimpinan


Pada salah satu bab di dalam buku ini menjelaskan mengenai Model Kepemimpinan Tim Kerja Kerja Organisasi sebagaimana sudah diketahui bahwa suatu organisasi dapat tumbuh dan berkembang karena adanya keterlibatan seorang pemimpin yang mampu mengerakkannya. Tercapainya tujuan organisasi hanya dimungkinan karena adanya upaya kerjasama antara pekerja, tim kerja dan kepemimpinan dengan kata lain bila kinerja para pekerja, tim kerja dan pemimpinnya baik, maka kemungkinan besar kinerja organisasi akan lebih baik pula.

Buku ini juga menjelaskan mengenai kegiatan atau aktifitas sebagai pekerja, setiap pekerjaan yang dilakukan akan mengacu kepada suatu pencapaian yang sering dikenal dengan istilah job performance atau actual performance. Dimana actual performance ini menjadi tolak ukur kinerja penilaian terhadap aktifitas yang tekah dilakukan semua pekerja dalam kurun waktu 1 tahun dimasa kerjanya. Berdasarkan teori Bernardian, et. Al. (1993) menyebutkan bahwa kinerja adalah catatan mengenai outcame yang dihasilkan dari suatu aktivitas tertentu selama kurun waktu tertentu pula.

Jika kita menelaah teori yang dikemukan oleh Bernardian, bahwa kinerja adalah catatan mengenai outcome yang dihasilkan hal ini dapat kita kaitkan dengan KPI (Key Performace Indicator) yang melekat disetiap individu yang bergabung didalam organisasi. Dimana setiap KPI tersebut tertera sebuah target individu yang dapat mengukur pencapaian dalam kurun waktu tertentu dan sebagai media monitor seberapa besar presentase pencapaian yang sudah dilakukan dan sebagai tolak ukur seberapa bagus kinerja atau performance dari masing-masing individu. Selain KPI individu, kinerja unit pun menjadi tolak ukur seberapa bagusnya performance unit tersebut yang dapat dilihat dari pencapaian unit. Dari semua pencapaian tersebut sangat besar keterkaitannya keterlibatan seorang pemimpin yang mampu mengerakan timnya untuk berupaya mencapai tujuan organisasi. Sikap seorang pemimpin seperti memonitor, menganalisa kendala yang dihadapi, serta membuat keputusan-keputusan yang strategis secara optimal sangat menentukan pencapaian target kinerja unit dan individu.


Dalam buku ini juga menjelaskan mengenai faktor-faktor yang membuat kepemimpinan tim kerja berkinerja tinggi dan menjadi sangat efektif, seperti:

1. Memiliki kejelasan visi, misi dan tujuan

2. Memiliki struktur kerja yang mengarah pada hasil

3. Memiliki anggota tim kerja yang kompeten atau sejumlah kombinasi perpaduan personil kerja yang baik

4. Memiliki komitmen untuk bersatu dan solid

5. Memiliki iklim kolaboratif, dimana ritme dan pola kerja selaras mengarah pada tujuan bersama

6. Memiliki standar keunggulan yang tinggi serta senantiasa mengindahkan norma kerja tim

7. Memiliki prinsip kepemimpinan

8. Memiliki suatu dukungan exsternal atau memiliki sumber daya yang memadai

Ada banyak jenis model kepemimpinan, salah satunya adalah kepemimpinan transformasional, dan kepemimpinan transaksional. Kepemimpinan transformasional merupakan pemimpin yang dapat mempengaruhi bawahan dengan cara-cara tertentu, ia juga mampu menciptakan sesuatu yang baru dengan mengubah system politik dan budaya semula. Dengan penerapan model kepemimpinan ini, bawahan akan merasa dipercaya, dihargai, loyal dan respect pada atasannya sehingga pada akhirnya bawahan akan termotivasi untuk melakukan lebih dari yang diharapkan.

Sedangkan kepemimpinan transaksional adalah pemimpin yang memfokuskan perhatiannya pada hubungan interpersonal dengan anggotanya yang melibatkan hubungan pertukaran, seperti promosi jabatan, sistem intensif, sangsi, dan renumerasi. Pemimpin yang memotivasi bawahan dengan minat-minat pribadinya. Dengan penerapan model kepemimpinan ini, pemimpin harus memiliki informasi yang jelas mengenai apa yang dibutuhkan dan diinginkan bawahan, pemimpin menjanjikan dan memberikan penghargaan kepada bawahannya yang berkinerja baik, serta mengancam dan mendisiplinkan bawahannya yang berkinerja buruk. Seorang pemimpin harus melakukan penyesuaian terhadap visi, misi, dan tujuan dan struktur organisasi yang dimiliki oleh organisasi. Selain itu, ia ikut terlibat komunikasi secara aktif dengan anggota tim kerja sehingga bisa meningkatkan tingkat motivasi anggota tim kerja. Namun, seorang pemimpin juga harus mempunyai kharisma guna mendorong semangat anggota tim.

Dari kedua jenis model kepemimpinan ini, tidak dapat disebutkan mana yang paling cocok diterapkan di suatu organisasi. Namun yang terpenting adalah bagaimana seorang pemimpin dalam menciptakan hubungan yang harmonis dengan bawahan adalah factor yang tak kalah penting dalam mencapai kepuasan kerja.

Sebagaimana pepatah dari Peter Drucker bahwa Management is doing things right: Leadership is doing the right things dapat diukir menjadi kenyataan.


Pengarang: Prof. Dr. Faisal Afiff, Spec. Lic

Penulis: Rohimah

Uploaded By : Nurlianti Auliani
Last Update : 08/12/2015

Printer Friendly Version

Email this to a friend

User Login

 
 
 

Not Registered yet?

Our Services

Binuscareer Profile

  • Active JobSeekers : 1100
  • Available Position : 40779
  • Total Jobseekers : 537696
  • Total Employer : 11780