Articles

Profesi Arsitek (Part 2)


Melanjuti artikel sebelumnya, Perkembangan pendidikan arsitektur di Indonesia yang maju membuat arsitek-arsitek Indonesia juga ikut berkembang.

Secara kemampuan, arsitek-arsitek Indonesia tidak kalah dengan arsitek luar, dan beberapa diantaranya sudah banyak mendapat penghargaan dan diakui secara internasional nama-nama seperti Adi Purnomo, Andra Martin, Budi Pradono, Ridwan Kamil, dan masih banyak lagi arsitek dari Indonesia lainnya yang telah diakui secara internasional dan bekerja di luar negeri. Dan yang cukup membanggakan di tahun 2014 ini Indonesia mendapat kesempatan menampilkan perjalanan karya-karya arsitekturnya untuk dilihat seluruh negara dunia, lewat event akbar arsitektur Venice Biennale, di Venice. Dengan mengangkat Tema "Ketukangan: Kesadaran Material", dengan tim kuratornya Avianti Armand, Setiadi Sopandi, David Hutama, Robin Hartanto, dan Achmad Tardiyana. Dan hal ini tentunya sangat membanggakan dan merupakan prestasi yang mengangkat nama baik Indonesia di mata dunia. Dengan berbagai contoh tersebut seharusnya akan menumbuhkan kecintaan akan profesi sebagai arsitek Indonesia, dan terutama untuk mahasiswa-mahasiswa arsitektur yang sedang menempuh kuliah arsitektur.

Menjadi mahasiswa arsitektur harus siap untuk merubah semua kebiasaan yang sebelumnya seperti yang biasanya tidur awal jadi harus sering lembur terlebih saat mendekati ujian semester. Selain itu diperlukan kerja keras, semangat dan keteguhan/keyakinan dalam menempuh kuliah. Mahasiswa arsitektur akan terbiasa menyiapkan konsep-konsep rancangan, pengembangan rancangan/desain, gambar presentasi, gambar kerja dan gambar detail, sampai pembuatan maket sejak dari semester 1 dan beban setiap semester akan semakin terus meningkat. Sudah menjadi hal umum adanya seleksi alam di bidang arsitektur, hanya sekitar 60-70% dari jumlah mahasiswa yang mampu menyelesaikan kuliahnya, dan sisanya biasanya mengundurkan diri atau pindah jurusan.

Lulus menjadi sarjana arsitektur akan sangat salah besar jika mengira telah merdeka dari segala sesuatu yang menghantui selama masa kuliah seperti lembur, date line, asistensi, revisi dan sebagainya, ternyata kegiatan tersebut akan terus berlanjut selama kita masih berkecimpung di dunia arsitektur. Jika semasa kuliah kita akan selalu mendapat tugas dan wajib asistensi ataupun mendapat revisi-revisi dari dosen mata kuliah yang bersangkutan, dan ternyata di dunia kerja seorang arsitek akan mengalami hal yang hampir serupa dengan semasa kuliahnya, dikejar date line, asistensi dan revisi, tapi tidak lagi ke dosen mata kuliah, melainkan akan berhadapan langsung dengan owner/pemilik proyek.

Jadi bagaimana dengan kamu yang telah mengambil jurusan Arsitektur? Sudah pasti mempunyai gambaran mengenai masa depan kan? Apakah ingin menjadi entrepreneur? Atau ingin bekerja di perusahaan? Atau justru keduanya?

Penulis: Estar Putra Akbar

Editor: Ira Setyawati

Uploaded By : Nurlianti Auliani
Last Update : 04/12/2015

Printer Friendly Version

Email this to a friend

User Login

 
 
 

Not Registered yet?

Our Services

Binuscareer Profile

  • Active JobSeekers : 1091
  • Available Position : 40779
  • Total Jobseekers : 537642
  • Total Employer : 11780