Articles

Profesi Arsitek (Part 1)


Arsitektur, saat orang mendengar ataupun membaca kata-kata ini pasti akan selalu dikaitan dengan suatu keindahan ataupun ide/kreatifitas/skema yang sangat cemerlang yang mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Begitu istimewanya kata "arsitektur" ini, sehingga kata Arsitektur sering dipinjam berbagai disiplin ilmu lainnya untuk menggambarkan suatu ide yang kreatif/luar biasa terhadap solusi suatu permasalahan, misal penggunaannya dibidang IT, seperti arsitektur komputer, sampai istilah perbankan juga meminjam kata-kata ini menjadi arsitektur perbankan dan lain sebagainya.

Vitruvius, arsitek abad pertama sebelum Masehi, menyebutkan arsitektur adalah bidang disiplin ilmu yang memadukan keindahan, kekuatan, dan fungsi, dan arsitek adalah orang yang menjalankan profesi dibidang arsitektur tersebut. Sama seperti dokter, pengacara, akuntan dan profesi lainnya, arsitek juga merupakan sebuah pekerjaan profesi, pekerjaan yang tidak ada waktu untuk libur, kapan saja atau dimana saja profesi tersebut akan terus mengikuti sepanjang hayatnya. Di Indonesia, profesi arsitek ini dinaungi sebuah wadah yang bernama Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) yang berdiri sejak tahun 1959 di Bandung. Profesi seorang arsitek akan sangat berpengaruh dengan jam terbang karena semakin tinggi jam terbangnya maka akan semakin baik pula kualitas dan profesi arsiteknya.

Pendidikan formal profesi arsitek di Indonesia terbilang masih muda usianya jika dibandingkan negara-negara di Eropa yang telah dimulai sejak 1768 dan Amerika 1865, sekolah arsitektur pertama di Indonesia yang didirikan yaitu sekitar tahun 1920 yaitu Technische Hoogeschool di Bandung (masih dalam pemerintahan Belanda), yang saat ini kita kenal sebagai Institut Teknologi Bandung, salah satu lulusannya adalah presiden pertama Indonesia yaitu Ir. Soekarno. Pendidikan arsitektur yang didirikan murni di pemerintahan Indonesia setelah merdeka adalah Arsitektur di Universitas Indonesia tahun 1950 dan sampai saat ini kampus yang menyediakan jurusan arsitektur kurang lebih mencapai 140 Universitas di seluruh Indonesia. Walau terbilang muda usia pendidikan formal arsitekturnya, tetapi secara informal Indonesia telah cukup lama mengenal dunia konstruksi lewat masyarakat tradisional yang dilakukan secara bergotong-royong dalam mewujudkan karya arsitektur/lokal atau tradisional yang biasa dikenal dengan arsitektur vernakular yang tanggap dan sesuai konteks lingkungannya.

Lalu bagaimana dengan arsitek-arsitek dari Indonesia?

Penulis: Estar Putra Akbar

Editor: Ira Setyawati

Uploaded By : Nurlianti Auliani
Last Update : 04/12/2015

Printer Friendly Version

Email this to a friend

User Login

 
 
 

Not Registered yet?

Our Services

Binuscareer Profile

  • Active JobSeekers : 1100
  • Available Position : 40779
  • Total Jobseekers : 537642
  • Total Employer : 11780