Articles

ADA APA DENGAN PSIKOTES ?

Esther Widhi Andangsari *)

Punya pengalaman yang tidak enak tentang psikotes ? Berkali-kali gagal seleksi setelah menjalani psikotes ? “Kok bisa ya saya gagal psikotes, padahal sudah persiapan baca buku-buku tes yang ada lho…”. Mungkin begitu kira-kira argumentasi Anda saat tidak lolos psikotes. Atau mungkin Anda jadi kesal sendiri dengan ‘makhluk’ yang bernama Psikotes dan jadi enggan untuk menghadapi psikotes ?
Tak kenal, maka tak sayang…kata pepatah. Ada baiknya Anda ‘berkenalan’ dulu dengan Psikotes sehingga setidaknya memiliki gambaran yang tepat dan meminimalkan kekesalan terhadap ‘makhluk’ yang bernama Psikotes.

Pemeriksaan psikologis untuk kepentingan seleksi dan rekrutmen belakangan lebih dikenal dengan istilah Psikotes. Psikotes ini merupakan pemeriksaan secara psikologis melalui serangkaian alat tes yang sudah teruji validitas dan reliabilitasnya. Pemeriksaan psikologis ini pun hanya boleh dilakukan oleh psikolog supaya hasilnya bisa dipertanggungjawabkan. Dalam psikotes ada 3 aspek yang diukur, yaitu : kecerdasan, kepribadian, dan juga sikap atau cara kerja. Aspek kecerdasan dapat untuk mengetahui kecerdasan secara umum (G Factor) atau kecerdasan secara spesifik (S Factor) misalnya kemampuan analisa dan sintesa, atau kemampuan berhitung. Aspek kepribadian bisa saja meliptui kepercayaan diri, kemampuan beradaptasi baik di lingkungan sekitarnya, lingkungan baru mau puntugas-tugas baru, keluwesan dalam menjalin relasi sosial, dan sebagainya. Sedangkan aspek sikap atau cara kerja bisa meliputi motivasi berprestasi, semangat kerja, kapasitas kerja dalam team work, kemampuan memimpin, inisiatif, dan sebagainya. Hasil psikotes yang dianalisa, harus dilihat juga kesesuaiannya dengan kualifikasi dan lingkup kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan. Prinsip dasar perusahaan melakukan psikotes ini adalah “the right man in the right place and job”. Jadi perusahaan benar-benar hendak mencari orang yang tepat untuk mengisi posisi yang ada dalam jangka panjang.

Sebenarnya istilah ‘gagal’ dalam psikotes kurang tepat. Yang terjadi adalah, Anda bukan gagal tapi kualifikasi diri Anda kurang cocok untuk posisi yang ditawarkan. Misalnya sebuah perusahaan mencari tenaga Marketing yang memiliki keluwesan dalam bertingkah laku, mudah bergaul, punya kreatifitas atau senang memunculkan ide-ide baru, serta punya ambisi yang besar. Namun hasil psikotes Anda menunjukkan kalau Anda merupakan orang yang sistematis, cenderung ikut prosedur sehingga kurang fleksibel, dan lebih senang bekerja di belakang meja. Tentu saja perusahaan akan melewatkan Anda walaupun Anda memiliki IPK yang baik. Bisa saja Anda berkali-kali tidak lolos dalam psikotes karena pekerjaan yang Anda tuju benar-benar tidak sesuai dengan ciri kepribadian dan minat Anda. Ada baiknya Anda melamar pekerjaan yang sesuai dengan ciri kepribadian dan juga minat Anda. Anda bisa mencari tahu tentang ciri kepribadian dan minat Anda melalui layanan Personality Assessment Binus Career.

Hasil psikotes sebenarnya tidak hanya menunjukkan tentang ciri-ciri kerpibadian seseorang, termasuk kelebihan dan kelemahan Anda. Tetapi bila dianalisa dengan lebih mendalam akan mendapatkan prediksi mengenai peluang keberhasilan seseorang di masa mendatang. Makanya, ketika akan mengikuti psikotes sebaiknya Anda menjadi diri sendiri, bukan menjadi orang lain. Karena yang hendak dianalisa dan diprediksi keberhasilannya adalah diri Anda bukan orang lain. Semakin Anda menunjukkan diri Anda sendiri, semakin baik hasil analisanya.

Jadi persiapan apa sebaiknya yang harus Anda lakukan untuk menghadapi Psikotes ? Sangat tidak disarankan untuk membaca buku-buku mengenai Psikotes. Dimana buku-buku tersebut biasanya menuliskan tentang bagaimana seharusnya cara Anda mengerjakan soal-soal Psikotes. Ingatlah bahwa Psikotes hendak mengukur kondisi kecerdasan, kepribadian, dan sikap atau cara kerja yang memang nyata ada dalam diri Anda. Sehingga Anda tidak perlu didikte mengenai cara menjawab soal dan menjadi orang lain, bukan menjadi diri sendiri. Persiapan yang perlu Anda lakukan dalam menghadapi Psikotes adalah :
1. Persiapan Fisik, artinya cukup makan, istirahat dan usahakan tetap sehat. Sehingga Anda bisa berkonsentrasi dengan baik untuk mengerjakan persoalan yang diberikan.
2. Persiapan Mental, ada kalanya Anda tidak bisa menduga jenis atau ragam tes yang akan diberikan. Persiapkan diri Anda untuk menghadapi aneka tes atau persoalan. Di atas sudah disinggung bahwa ada 3 aspek yang diukur dalam psikotes (kecerdasan, kepribadian, dan sikap atau cara kerja). Termasuk persiapkan diri Anda untuk mengerjakan soal yang mungkin dirasa sulit.
3. Simak instruksi yang diberikan baik-baik. Jangan jadi orang yang sok tahu tentang tes yang akan diberikan walaupun Anda sudah berkali-kali ikut Psikotes. Tanyakan bila ada instruksi yang kurang dimengerti.
4. Kerjakan setiap soal dengan yakin. Keyakinan diri yang kuat membuat Anda dapat mengerjakan soal dengan mantap.
5. Be yourself ! Jawablah pertanyaan sesuai dengan gambaran diri Anda yang sebenarnya, bukan gambaran ideal atau pun gambaran diri orang lain.
6. Usahakanlah bekerja dengan cepat. Kerjakanlah tes dengan cepat karena Anda berpacu dengan waktu. Tapi ingat, bukan berarti Anda harus terburu-buru ketika mengerjakan tes.

Selamat Berjuang !!

*) Penulis adalah Konsultan Binus Career

Uploaded By : Hans Daniel
Last Update : 27/06/2007

Printer Friendly Version

Email this to a friend

User Login

 
 
 

Not Registered yet?

Our Services

Binuscareer Profile

  • Active JobSeekers : 5030
  • Available Position : 37582
  • Total Jobseekers : 391295
  • Total Employer : 11335