Articles

Prokrastinasi, Kenali dan Atasi!

Prokrastinasi adalah suatu tindakan menunda pengambilan keputusan atau kegiatan. Biasanya, seseorang yang melakukan prokrastinasi akan memilih kegiatan yang lebih menyenangkan, tidak urgent, atau lebih mudah. Sekilas prokrastinasi seperti sama dengan malas, namun sebenarnya keduanya adalah hal yang berbeda. Dalam prokrastinasi, individu memiliki kecenderungan menunda, sedangkan rasa malas, individu tidak memiliki kemauan untuk melakukan kewajiban yang dimiliki.

Prokrastinasi dapat berdampak pada berbagai aspek dalam hidup seseorang, seperti rendahnya prestasi akademik, tidak tercapainya target dalam pekerjaan, hingga perasaan tertekan karena terbiasa mengerjakan tugas mendekati deadline. Dengan segala dampak negatif yang diakibatkan oleh prokrastinasi, ternyata prokrastinasi merupakan fenomena yang sangat luas. Sekitar 20% dari populasi orang dewasa dan 50% dari populasi pelajar memandang diri mereka sebagai individu dengan prokrastinasi yang parah. Penelitian yang dilakukan oleh Klingsieck, et al pada tahun 2013 juga menyatakan 70% dari mahasiswa cenderung melakukan prokrastinasi dalam kehidupannya sehari-hari. Dengan segala dampak negatif yang disebabkan oleh prokrastinasi, bagaimanakah cara untuk mengatasinya? Berikut ini terdapat beberapa langkah untuk mengatasi prokrastinasi:

1. Sadari bahwa kamu termasuk procrastinator

Seseorang dikatakan melakukan prokrastinasi ketika menunda sesuatu yang merupakan prioritas untuk hal yang sebenarnya tidak terlalu penting. Di samping itu, kalian pun dapat mengklasifikasikan diri kalian melakukan prokrastinasi ketika melakukan hal-hal seperti: tidak mengerjakan hal yang dituliskan di to-do-list untuk waktu yang lama, terus menerus menunggu ‘waktu yang tepat’ atau ‘mood yang baik’ untuk mulai mengerjakan sesuatu, dan menghabiskan waktu untuk melakukan hal yang sebenarnya memiliki prioritas yang rendah.

2. Cari tahu mengapa kamu menunda pekerjaanmu

Untuk menghilangkan prokrastinasi dalam diri, seseorang harus terlebih dahulu mengetahui alasan dirinya menunda pekerjaan. Contohnya, menunda pekerjaan karena menganggap pekerjaan tersebut membosankan. Selain itu, seseorang yang tidak terbiasa melakukan sesuatu dengan terorganisir juga banyak ditemukan merupakan seorang procrastinator. Seseorang yang terorganisir dapat mengatasi keinginan untuk menunda pekerjaan karena mereka selalu mengerjakan sesuatu sesuai dengan to-do-list dan prioritasi yang sudah dibuat. Individu yang perfectionist secara mengejutkan juga ditemukan memiliki kecenderungan prokrastinasi. Kecemasan akan kemungkinan mengerjakan sesuatu dengan hasil yang tidak memuaskan membuat mereka memilih untuk menunda pekerjaan. Di samping beberapa alasan tersebut, masih terdapat beragam alasan dari prokrastinasi dalam diri seseorang. Oleh karena itu, individu perlu menemukan alasan dari prokrastinasi sebelum mencari strategi untuk mengatasinya.

3. Cari strategi untuk mengatasi prokrastinasi

Prokrastinasi adalah sebuat kebiasaan. Dengan fakta tersebut, berarti hal ini tidak dapat dihilangkan sekaligus begitu saja. Oleh karena itu, diperlukan komitmen untuk menghindarkan diri dari melakukan kebiasaan tersebut. Di bawah ini dituliskan beberapa cara untuk menghilangkan prokrasinasi. Lakukanlah sebanyak-banyaknya untuk memberikan kesempatan lebih besar untuk sukses menghilangkan kebiasaan prokrastinasi:

Maafkan diri sendiri yang melakukan prokrastinasi di masa lalu: Penelitian yang dilakukan oleh Wohl, Phychyl, & Bennet (2010) menemukan bahwa individu yang memaafkan dirinya di masa lalu yang melakukan prokrastinasi akan menyebabkan dirinya menjadi lebih positif dan menurunkan kemungkinan untuk kembali melakukan prokrastinasi di masa depan.

Berkomitmen pada tugas: Fokuskan diri kalian untuk melakukan, bukan menghindari. Tuliskan tugas yang harus diselesaikan dan spesifikasikan waktu yang tersisa untuk menyelesaikannya.

Janjikan reward untuk diri sendiri ketika berhasil menyelesaikan suatu tugas: Ketika menyelesaikan suatu tugas yang sulit tepat pada waktunya, berikanlah hadiah untuk diri sendiri, seperti makan di restoran favorite, atau menonton film di bioskop. Hal ini akan membuat diri kalian bersemangat untuk segera menyelesaikan suatu tugas.

Meminta tolong seseorang untuk mengecek progress pekerjaan: Ada waktu dimana diri kita tidak bersemangat melakukan sesuatu, oleh karena itu, dukungan dari sekitar sangat dibutuhkan ketika sedang berada dalam kondisi seperti ini.

Selesaikan tugas sesegera mungkin ketika didapatkan: Menyelesaikan segera menghindari kemungkinan untuk menunda dan menghindarkan kalian semakin malas mengerjakan ketika sudah mendapatkan tugas-tugas lainnya.

Kurangi sumber distraksi: Mematikan Handphone serta televisi dapat menjadi beberapa contoh hal yang dapat dilakukan untuk menghindarkan diri dari distraksi.

Lakukan terlebih dahulu hal yang paling tidak menyenangkan: Dengan menyelesaikan terlebih dahulu hal yang tidak menyenangkan, memberikan kesempatan untuk fokus menyelesaikan hal yang menyenangkan di kemudian hari.

Dari penjelasan di atas, kita dapat mengetahui bahwa prokrastinasi adalah tindakan menunda pengambilan keputusan atau kegiatan. Membiarkan kebiasaan prokrastinasi dapat memberikan dampak negatif pada berbagai aspek kehidupan, seperti buruknya kinerja di kantor, nilai yang kurang memuaskan di kampus atau sekolah, hingga merasa tertekan karena terbiasa memulai suatu pekerjaan mendekati deadline. Oleh karena itu, untuk menanggulanginya individu diharapkan dapat mulai menyadari bahwa dirinya memiliki habit prokrastinasi, menemukan penyebab dari prokrastinasi tersebut, serta mencari strategi yang sesuai untuk mengatasi prokrastinasi dalam dirinya.


Disusun Oleh: Ni Made Rai Kistyanti, M.Psi., Psikolog


Sumber:
Klingsieck, K., Schmid, S., & Fries, S. (2013). Why students procrastinate: A qualitative approach. Journal of College Student Development, 397-412.

MindTools. (2019). How to Stop Procrastinating: Overcoming the Habit of Delaying Important Tasks. Retrieved from MindTools: https://www.mindtools.com/pages/article/newHTE_96.htm diakses pada 21 Oktober 2019 pukul 14.00 WIB

Solving Procrastination. (2019). Solving Procrastination. Retrieved from How to Stop Procrastinating: A Guide for People Who Want to Overcome Procrastination and Start Getting Things Done: https://solvingprocrastination.com/how-to-stop-procrastinating/ diakses pada 21 Oktober 2019 pukul 12.00 WIB

Wohl, M. J., Pychyl, T. A., & Bennet, S. H. (2010). I forgive myself, now I can study: How self-forgiveness for procrastinating can reduce future procrastination. 803-808.

Uploaded By : Albert Henderson
Last Update : 29/11/2019

Printer Friendly Version

Email this to a friend

User Login

 
 
 

Not Registered yet?

Our Services

Binuscareer Profile

  • Active JobSeekers : 4022
  • Available Position : 40315
  • Total Jobseekers : 472626
  • Total Employer : 11647