Articles

Apa dan Kemana Meminta Referensi Kerja (References)?

>

Surat referensi? Apa sih maksud dan kegunaannya?

Apakah Anda sudah lulus kuliah? Sedang mencoba melamar pekerjaan? Saat Anda melamar pekerjaan ke suatu perusahaan, biasanya akan ada formulir tertentu yang harus Anda isi. Demikian pula saat Anda hendak melamar pekerjaan secara online melalui job portal seperti binuscareer.com, jobsDB, jobstreet, dan sebagainya. Umumnya isi formulir ini mencakup data pribadi, riwayat pendidikan, pengalaman kerja, pengalaman organisasi, kemampuan dan prestasi yang Anda miliki, referensi, dan sebagainya. Semuanya mengenai perjalanan hidup yang Anda alami sendiri dan sudah pasti Anda akan mampu menjawabnya. Nah tapi begitu tiba di bagian referensi, Anda mulai merasa bingung. Siapa kenalan (yang dapat atau sebaiknya) Anda cantumkan sebagai referensi. Apakah orangtua, saudara, teman, dosen, atau siapa?

Lalu, apa itu sebenarnya referensi kerja? Seperti namanya, referensi kerja adalah suatu rekomendasi atau gambaran dari orang lain mengenai sikap dan gaya kerja Anda.

Kepada siapa Anda harus meminta referensi:

  • Sebagai seorang fresh graduate, Anda dapat minta ke pembimbing skripsi atau dosen lainnya. Jika Anda pernah mengikuti program magang, part-time, atau kerja praktek, Anda dapat memintanya ke atasan atau staff senior yang men-supervisi Anda..
  • Jika Anda telah memiliki pengalaman kerja, Anda sebaiknya meminta referensi ke atasan. Anda bisa minta ke Supervisor, Manager, atau atasan Anda yang lain. Ingatlah untuk selalu meminta referensi kepada atasan setiap kali Anda berhenti dari suatu pekerjaan.
  • Pastikan bahwa orang yang Anda tuju sebagai pemberi referensi memiliki penilaian yang positif tentang Anda. Jika Anda merasa pembimbing skripsi Anda tidak memiliki penilaian yang positif tentang diri Anda, jangan meminta referensi dari yang bersangkutan. Ada saja kemungkinan perusahaan akan menghubungi orang yang cantumkan sebagai referensi. Jika yang bersangkutan tidak menceritakan hal-hal yang positif tentang Anda dan gaya kerja Anda, maka hal ini justru mengurangi prospek diterimanya Anda bekerja di perusahaan yang Anda tuju tersebut.
  • Usahakan jangan meminta referensi ke orang tua, saudara, atau teman. Karena tidak akan terlalu dipertimbangkan oleh perusahaan. Dengan anggapan, penilaian dari orang tua atau saudara akan cenderung lebih subyektif dan pasti akan mengatakan hal-hal baik tentang Anda, sehingga perusahaan tidak akan mendapatkan gambaran yang sesungguhnya mengenai kemampuan bekerja Anda.

Setelah Anda tahu akan meminta referensi ke siapa, lalu bagaimana caranya agar Anda dapat memperoleh referensi? Berikut langkah-langkah yang dapat Anda lakukan agar memperoleh referensi:

  • Pertama-tama, meminta izin ke orang yang Anda tuju sebagai pemberi referensi. Jelaskanlah dengan baik-baik maksud dan tujuan Anda. Selain untuk sopan santun, tujuannya agar pihak yang Anda tuju sebagai pemberi referensi itu tidak kaget saat ada perusahaan yang bertanya tentang diri Anda dan memiliki persiapan jawaban.
  • Meminta orang yang bersangkutan seperti nama lengkap dan gelar, nomor handphone, dan alamat e-mail. Gunanya untuk dituliskan di formulir aplikasi saat Anda melamar kerja.
  • Jagalah relasi yang baik dengan orang-orang yang nantinya akan berhubungan dengan kehidupan karir Anda. Tujuannya untuk memudahkan saat Anda membutuhkan referensi dari orang-orang tersebut.

Terkadang, ada saja perusahaan yang mensyaratkan referensi berupa pernyataan tertulis saat Anda tengah melamar pekerjaan. Jika keadaannya seperti ini, tentu Anda harus meminta referensi tertulis kepada orang yang Anda tuju sebagai pemberi referensi. Berdasarkan pengalaman, ada saja kemungkinan ketika Anda meminta referensi kepada seseorang (khususnya bukan dalam konteks pekerjaan, misalnya saat Anda meminta referensi ke dosen), oleh orang yang bersangkutan Anda bisa saja diminta membuat draft-nya terlebih dahulu dan nanti baru akan mereka revisi lalu tanda tangani. Jika keadaannya seperti ini, Anda tidak perlu bingung. Anda bisa browsing internet untuk melihat-lihat contoh surat referensi yang ada. Yang terpenting, tulislah sesuai dengan keadaan Anda yang sebenarnya dan jangan berbohong atau mengarang. Karena jika sampai ketahuan, maka kredibilitas Andalah yang akan rusak di mata perusahaan.

Jadi kesimpulannya, jangan pernah mengabaikan referensi saat melamar kerja. Perusahaan biasanya menggunakan referensi ini untuk mendapatkan gambaran kinerja Anda sebagai seorang calon karyawan di perusahaannya nanti. Jagalah hubungan baik dengan orang-orang yang nantinya akan berhubungan dengan karir Anda, seperti dosen, atasan, rekan kerja, dan sebagainya. Jika Anda seorang fresh graduate yang belum memiliki pengalaman kerja, magang, atau part time, Anda dapat meminta referensi ke dosen pembimbing skripsi atau dosen lain yang memang mengetahui cara kerja Anda. Jika Anda telah memiliki pengalaman kerja, magang, atau part time, akan lebih baik jika Anda meminta referensi ke atasan atau staff senior di tempat kerja.

Selamat berburu referensi kerja J

 

Dian Kartikasari, M.Psi.

Binus Career Consultant

 

 

 

Uploaded By : Sudiana
Last Update : 02/02/2012

Printer Friendly Version

Email this to a friend

User Login

 
 
 

Not Registered yet?

Our Services

Binuscareer Profile

  • Active JobSeekers : 1471
  • Available Position : 40188
  • Total Jobseekers : 461583
  • Total Employer : 11601