Kutau yang kumau!
Masih ingat ungkapan tersebut? Slogan iklan salah satu
produk minuman ringan ini cukup sering kita temukan beberapa tahun lalu.
Ungkapan ini sepertinya cukup relevan untuk topik pembahasan kali ini, yaitu
tentang pemilihan karier bagi para mahasiswa.
Di masa kuliah hingga menjelang kelulusan, mahasiswa biasanya
dihadapkan pada tuntutan untuk mengambil keputusan dan menentukan pekerjaan apa
yang akan dijalani setelah lulus kuliah nanti. Kenyataanya masih banyak
mahasiswa tingkat akhir yang masih bingung atau bahkan belum tau apa yang ia
mau. Apa dampaknya bagi mereka yang terlambat dalam merencanakan pilihan
kariernya? Umumnya mereka akan terlambat pula dalam meraih impian kariernya.
Kenyataan tidak bisa dipungkiri bahwa kompetisi dunia kerja menuntut kita
bergerak cepat. Terlalu banyak pertimbangan dan penundaan membuat kita
tertinggal dari rekan-rekan seangkatan bahkan mungkin adik kelas.
Setiap orang tentunya menginginkan karir yang bagus. Bekerja
di perusahaan ternama, dengan penghasilan yang besar, dan tentunya pekerjaan
yang sesuai dengan minat (passion). Istilah karir (career)
merujuk pada pekerjaan atau jabatan yang ditekuni dan diyakini sebagai
panggilan hidup, yang meresapi seluruh aspek psikologis baik perasaan maupun
pemikiran, serta mewarnai seluruh gaya hidup seseorang (Winkel, 1991). Oleh
sebab itu, keputusan untuk menentukan pilihan karir bukanlah hal yang bisa
dilakukan secara instan. Butuh proses panjang dan sarat dengan tantangan, baik
dari dalam diri sendiri maupun dari lingkungan (orang tua, teman, dosen, dll).
Berdasarkan teori perkembangan karir oleh Donald Super,
manusia melewati proses perkembangan karir yang terdiri atas lima tahap, dimana
untuk setiap tahap memiliki tugas perkembangan yang khas yaitu:
- Tahap
Pengembangan (< 15 tahun). Di masa ini anak-anak mengembangkan berbagai
potensi, pandangan khas, sikap, minat, dan kebutuhan yang dipadukan dalam
struktur gambaran dirinya (self concept)
- Tahap
Eksplorasi (15-24 tahun). Di masa ini orang muda sudah memikirkan berbagai
alternatif karier, mengumpulkan berbagai informasi yang relevan, dan
mengembangkan keterampilan yang terkait. Namun masih belum mengambil
keputusan yang mengikat untuk pilihan karirnya.
- Tahap
Pemantapan (25-44 tahun). Di masa ini orang dewasa sudah memantapkan diri
untuk menjalani karier tertentu dengan usaha tekun terhadap pengalaman
kerja yang telah dialui.
- Tahap
Pembinaan (45-64 tahun). Di masa ini orang sudah menyesuaikan diri dalam
penghayatan jabatannya.
- Tahap
Penurunan (> 64 tahun). Memasuki masa pensiun, orang sudah harus
menemukan pola hidup baru sesudah melepaskan jabatannya.
Jika dilihat dari tahapan perkembangan karier di atas,
mahasiswa yang sedang mengambil pendidikan jenjang sarjana berada pada tahap
eksplorasi. Dimana pada tahap ini memang masanya bagi mereka untuk mencari
informasi sebanyak-banyaknya tentang berbagai alternatif bidang karier yang
ada, serta segala macam hal yang terkait seperti job description,
tantangan, kualifikasi, dan kompetensi atau skill yang dibutuhkan, dll.
Mereka juga perlu mengenal lebih dalam minat dan potensi diri mereka. Di tahap
ini mereka perlu berusaha mencocokan antara potensi diri dengan bidang karier
yang diminati, dengan terus mencoba mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan
untuk bidang karir yang akan dipilih nantinya.
Setiap orang berhak menetakan cita-cita karier
setinggi-tingginya. Namun terkadang cita-cita dan harapan bisa juga tidak
sesuai dengan kenyataan. Selain itu sangatlah memungkinkan bahwa suatu ketika
seseorang berubah pikiran tentang pilihan karirnya. Faktor peluang/ kesempatan
memegang peranan yang sangat penting. Meskipun seseorang sudah menentukan
pilihan karirnya berdasarkan minat, bakat, dan nilai-nilai yang diyakininya,
tetapi kalau tidak ada kesempatan/ peluang karena tidak ada lowongan atau
persaingan yang sangat ketat, maka karir yang selama ini dicita-citakan
akhirnya tidak bisa terwujud. Disini sangat diperlukan pemikiran yang realistis
dalam diri seseorang.
Pengambilan keputusan karir yang dibuat membutuhkan
pengenalan dan pemahaman yang mendalam tentang diri sendiri dan juga bidang
karir yang akan dipilih. Apapun pilihan karir yang telah diputuskan, maka
sepenuhnya merupakan tanggung jawab diri pribadi. Karirmu adalah pilihanmu,
maka rencanakanlah dengan matang dari sekarang!
Jadi Sudah tahukah apa yang kau mau??
*Oleh: Listya Muhairina, M.Psi BINUS Career
Consultant