Articles
TIPS MENSIASATI KEJENUHAN KERJA
Banyak di antara para mahasiswa fresh graduate yang telah bekerja, mengalami
kejenuhan ketika mereka terlibat lebih dalam di dunia kerja. Padahal mereka
baru bekerja di suatu tempat selama beberapa bulan saja. Sebenarnya kejenuhan
kerja dapat terjadi akibat ketidakmampuan anda untuk mengatur prioritas dan
menggunakan waktu dengan efektif selama bekerja. Berikut adalah beberapa cara
yang dapat anda terapkan sehingga anda mampu mengoptimalkan energy dan kemampuan
anda selama bekerja:
1. Tersenyum menyambut hari kerja yang baru.
Respon pertama yang anda lakukan ketika memulai hari, akan turut menentukan
hal-hal yang anda terima dan lakukan di hari tersebut? Jika anda bangun dan
berangkat kerja dengan hati yang gembira, memikirkan ide-ide baru dan inovatif
yang dapat anda torehkan di lingkungan kerja pada hari tersebut, serta betapa
menyenangkannya bekerja sama dengan atasan dan rekan yang sangat tangguh dan
berdedikasi terhadap pekerjaan. Apabila anda berpikir demikian, maka setiap
pekerjaan yang anda lakukan hari itu tentu terasa jauh lebih ringan dan menyenangkan.
2. Membuat list/jadwal kerja yang hendak anda tuntaskan di hari tersebut
Luangkan waktu untuk memikirkan hal-hal apa yang selama ini tertunda untuk terselesaikan
akibat tugas-tugas baru yang selalu datang. Ingatlah target-target yang harus/ingin
anda capai di hari tersebut atau beberapa hari kemudian. Kemudian catat target-target
kerja yang hendak anda benahi di hari tersebut. Selain memudahkan bagi anda
untuk mengontrol pekerjaan menjadi lebih sistematis dan terorganisir, catatan
tersebut dapat mencegah anda mengalami sindrom “lupa” yang selama
ini sering kali dialami dan dijadikan alasan bagi kebanyakan orang.
3. Menerima tugas dengan pemikiran yang positif
“Tugas lagi, tugas lagi? Yang kemarin saja belum selesai, hari ini sudah
ditambah lagi dengan yang baru?” Mungkin hal tersebut yang langsung terlintas
dalam benak anda saat atasan memberikan mandat kerja yang baru pada anda. Segera
hentikan pemikiran negatif tersebut. Akan lebih baik jika anda segera mengalihkan
pikiran negatif menjadi positif. Misalnya berpikir bahwa dengan adanya tugas-tugas
baru yang diberikan, berarti kemampuan anda akan semakin berkembang, pengetahuan
pun menjadi lebih luas dari sebelumnya.
4. Bekerja dengan cerdas ( secara individu & team)
Hal yang perlu anda ingat dan sadari ketika terjun dalam dunia kerja adalah,
ada waktunya anda diharapkan menyelesaikan tugas secara individu. Tetapi ada
pula waktu-waktu tertentu di mana anda diminta untuk “bermain” dan
terlibat aktif dalam suatu kelompok kerja. Oleh karena itu, nyatakanlah pendapat,
ide, dan pemikiran anda secara berani. Biarkan orang lain tahu bahwa anda peduli
dan ingin memberikan kontribusi bagi kemajuan perusahaan tempat anda bekerja.
Namun seimbangkan juga hal tersebut dengan kesediaan untuk mendengarkan orang
lain. Terkadang dengan mendengarkan ide dan pemikiran rekan kerja maupun atasan,
kita dapat menyerap informasi baru dan mendapatkan kesempatan untuk mempelajari
lebih banyak hal yang selama ini belum pernah kita temukan.
5. Akui kelemahan, kemukakan keterbatasan
Anda tidak perlu malu mengakui kelemahan dan keterbatasan anda. Dengan mengemukakan
keterbatasan yang anda miliki saat berusaha menyelesaikan tugas yang dipercayakan
oleh atasan, maka akan terbuka suatu peluang bagi anda untuk mempelajari cara
pemimpin anda untuk melakukan problem solving terhadap suatu masalah. Selain
itu, anda juga dapat mempelajari faktor-faktor resiko yang perlu dipertimbangkan
oleh atasan anda sebelum ia akhirnya mengambil keputusan.
6. Kurangi sikap mengeluh, perbanyak kata-kata yang membangun
Apa yang anda rasakan setelah anda mengeluhkan dan berlarut-larut di dalamnya?
Lelah? Kesal? Tidak bersemangat? Bila hasilnya tidak menyenangkan dan kurang
membawa kebaikan bagi diri anda, mengapa anda harus mempertahankan kebiasaan
“mengeluh” tersebut? Cobalah gantikan sikap tersebut dengan membicarakan
hal-hal yang dapat membangun diri sendiri ataupun rekan kerja anda. Misalnya
membicarakan mengenai sikap kerja atasan atau rekan kerja yang sangat berdedikasi
dalam penyelesaian tugas. Atau sekedar memberikan pujian singkat yang menyatakan
betapa anda merasakan dukungan dari rekan kerja anda ketika anda berusaha menyelesaikan
tugas. Pujian yang tulus dan keluar dari hati, tentu lebih mudah diterima oleh
orang lain dan dapat menjadi feedback positif bagi mereka. Tidak jarang melalui
pujian yang terlontar atau kata-kata yang saling membangun di antara rekan kerja,
lahir sikap kerja sama yang jauh lebih kompak dan solid daripada yang sebelumnya
pernah terbangun.
7. Ucapkan terima kasih
Baiklah, sekarang sudah waktunya untuk pulang ke rumah. Meninggalkan setumpuk
aktivitas yang melelahkan di kantor dan menyimpannya untuk esok hari. Ada baiknya
anda pamit pulang sambil mengucapkan terima kasih atas sikap saling kerja sama
dan saling mendukung yang terjadi di sepanjang hari tersebut. Selain menunjukkan
sikap terima kasih dan menghargai hasil kerja orang lain, anda juga perlu memberikan
penghargaan pada diri sendiri. Belajarlah untuk menghargai diri sendiri dengan
cara mengucapkan terima kasih dan pujian pada diri anda sendiri. Karena hari
ini, anda berhasil tampil sebagai pribadi yang efektif ketika bekerja, dan mampu
menyelesaikan tugas-tugas yang telah anda tetapkan sebelumnya. Selain itu, anda
juga telah berhasil menjadi rekan kerja yang dapat diandalkan bagi sesama. Jadi
ucapkan juga: “Terima kasih tubuhku, karena kamu telah membantu saya untuk
memberikan hasil yang maksimal bagi lingkungan pada hari ini.”
Oleh: (Made Hinda Arnita, M.Psi, Binus Career Consultant, BINUS University).
Uploaded By :
Sudiana
Last Update :
03/05/2010
Printer Friendly Version
Email this to a friend
|