Articles

Tips and Trick Menulis Cover Letter

Cover Letter adalah suatu dokumen yang dikirimkan bersama dengan CV (biasanya diletakkan sebagai halaman depan sebelum CV). Pada dasarnya, cover letter tidaklah se-kaku CV, artinya isi yang terdapat dalam cover letter lebih fleksibel dibandingkan dengan CV. Melampirkan cover letter memberikan kalian kesempatan untuk menjelaskan lebih banyak mengenai diri kalian, termasuk di antaranya adalah alasan kalian tertarik untuk mengisi suatu posisi. Hal ini membantu kalian untuk lebih menonjol dibandingkan dengan pelamar lainnya. Lalu, hal apa sajakah yang harus dicantumkan dalam cover letter? Di bawah ini akan dijelaskan secara lebih detail apa saja yang harus dituliskan dalam cover letter termasuk tips and trick-nya:

1. Salam Pembuka dan Paragraf Pertama

a. Tuliskan nama Hiring Manager

Cara paling sederhana untuk menyapa dalam cover letter adalah dengan menuliskan nama lengkap dari hiring manager, yang disertakan dengan ‘Bapak’ atau ‘Ibu’. Sangat tidak disarankan hanya menuliskan ‘Kepada, yang berkepentingan’ atau hanya menuliskan ‘Bapak’ atau ‘Ibu’ tanpa memberikan keterangan lebih lanjut. Apabila kalian tidak menemukan nama Hiring Manager ataupun orang yang nantinya akan menjadi atasan kalian, kalian dapat menuliskan posisi yang spesifik, seperti, ‘Kepada Hiring Manager di PT. ABC’ atau ‘Kepada Ketua Komite Beasiswa Pendidikan ABC’

b. Buatlah Kalimat Pembuka yang Menarik

Pada bagian ini, kalian dapat memperkenalkan diri secara singkat dan melanjutkannya dengan menyebutkan posisi yang kalian lamar. Adapun kalimatnya dapat berbunyi seperti, ‘Saya sangat tertarik untuk melamar sebagai (posisi) di (nama perusahaan). Dalam kalimat ini, sangat disarankan kalian memperlihatkan passion yang kalian punya terhadap posisi serta perusahaan yang sedang kalian lamar tersebut.

2. Paragraf Inti Cover Letter

a. Buatlah lebih detail dibandingkan CV

Seperti yang sebelumnya telah dijelaskan, cover letter memberikan kalian kesempatan untuk menjelaskan secara lebih terperinci apa yang dituliskan pada CV. Beberapa pertanyaan berikut ini akan membantu kalian dalam mengembangkan keterangan pada CV, yaitu: a) Pendekatan apa yang kalian lakukan untuk menyelesaikan tanggung jawab yang kalian sebutkan dalam CV? b) Tolong ceritakan cara kalian mencapai achievement di posisi sebelumnya? c) Sebutkan passion, kepribadian, atau etika kerja yang kalian rasa paling membantu dalam menyelesaikan suatu pekerjaan?

b. Nyatakan apa yang dapat kalian berikan pada perusahaan

Kesalahan yang sering dilakukan oleh pelamar ketika menuliskan cover letter adalah menuliskan bagaimana posisi yang dilamar akan berdampak positif bagi dirinya, seperti memberikan banyak pengalaman, atau budaya pekerjaan yang positif. Namun, sebenarnya yang ingin diketahui oleh perusahaan bukanlah itu. Adapun yang diinginkan oleh perusahaan adalah apa yang dapat kalian berikan pada perusahaan di posisi yang kalian lamar tersebut.

c. Highlight pengalaman yang tepat

Saat menuliskan pengalaman, seringkali kita merasa bingung, pengalaman apakah yang harus dituliskan dalam cover letter. Trick-nya adalah melihat job description yang dituliskan oleh perusahaan (biasanya di iklan lowongan pekerjaan, perusahaan akan menuliskan job description tersebut). Hal yang harus kalian lakukan adalah menuliskan pengalaman yang berhubungan dengan job description posisi tersebut.

d. Nyatakan skill yang kalian miliki

Ada kemungkinan posisi yang kalian inginkan tidak sesuai dengan pengalaman yang kalian miliki. Saat hal ini terjadi, kalian dapat fokus terhadap skill yang kalian miliki. Kembali lagi dengan poin yang telah dijelaskan sebelumnya, fokuslah menjelaskan skill yang akan menunjang kalian dalam melakukan job desc di posisi tersebut.

e. Jangan menitikberatkan pada experience yang masih kurang dimiliki

Ada juga kondisi saat ketika tidak semua hal yang diminta perusahaan telah kalian miliki. Saat demikian, janganlah kalian menuliskan kalimat yang meng-highlight hal tersebut, seperti “Meskipun saya memiliki kekurangan dalam hal.....”. Hal ini akan menyebabkan perusahaan berfokus terhadap kekurangan tersebut. Lebih baik kalian menuliskan kekuatan dan skill yang akan menunjang di posisi yang kalian lamar.

f. Berikan bukti berbentuk angka

Ceritakanlah pencapaianmu dalam bentuk angka yang konkrit. Hal ini akan mempermudah hiring manager untuk melihat kinerja kalian di pekerjaan sebelumnya. Adapun pertanyaan lainnya adalah bagaimana apabila pekerjaan kita bukanlah hal yang berhubungan dengan angka. Sebenarnya, hal ini tidaklah menjadi masalah. Apabila pekerjaan kalian memang tidak memiliki target yang merupakan angka konrit (contoh angka konkrit: uang), kalian dapat mencantumkan range, frekuensi, atau skala yang berhasil kalian capai di perusahaan sebelumnya.

g. Berikan testimonials co-worker atau atasan sebelumnya

Apabila kalian pernah mendapatkan feedback positif dari co-worker dan atasan di tempat pekerjaan sebelumnya yang dapat mendukung kapabilitas kalian di posisi yang sedang kalian lamar, cantumkanlah. Hal ini dapat menjadi bukti pendukung kinerja yang positif di posisi yang sebelumnya.

h. Tetap aware pada format cover letter lainnya

Seperti yang kita ketahui, setiap perusahaan memiliki budaya yang berbeda-beda. Hal ini pun akan mempengaruhi kita dalam penggunaan bahasa ataupun format yang akan digunakan dalam cover letter. Oleh karena itu, selalu lakukan research terhadap budaya perusahaan dan sesuaikanlah cover letter kalian dengan perusahaan yang dilamar.

3. Penutup

Bagian penutup dalam cover letter merupakan kesempatan kalian untuk menunjukkan untuk ‘terakhir kalinya’ mengenai antusiasme kalian dalam mengisi posisi yang ditawarkan oleh perusahaan. Oleh karena itu, hindarilah untuk hanya menyatakan kalimat sederhana seperti “Terimakasih banyak atas kesempatannya. Saya tunggu kabar selanjutnya dari Bapak/Ibu”. Sebelum menyatakan kalimat tersebut. Ada baiknya kalian mengatakan kalimat seperti “Saya sangat passionate dalam mewujudkan visi dan misi perusahaan dan tertarik untuk menggunakan skill saya untuk posisi tersebut.” Kalimat lain yang bisa kalian tambahkan dalam penutup adalah detail penting tentang diri kalian yang bisa menjadi nilai tambah di mata perusahaan, seperti “Saya bersedia untuk bekerja secara remote di luar kota apabila dibutuhkan.”

Berdasarkan penjelasan di atas, kalian dapat mengetahui hal penting apakah yang harus kalian tuliskan dalam cover letter. Ikutilah pentunjuk yang telah dijelaskan dan jangan lupa untuk menyesuaikan dengan budaya perusahaan yang kalian lamar. Selain itu, cobalah untuk meminta rekan, senior, atau career counselor kalian untuk memeriksa kembali cover letter yang sudah kalian buat untuk menghindari kesalahan penulisan, ataupun grammar.

Disusun Oleh : Ni Made Rai Kistyanti, M.Psi., Psikolog

Sumber:

Cheary, M. (2020). reed.co.uk. Retrieved from What is a cover letter?: https://www.reed.co.uk/career-advice/what-is-a-cover-letter/

Editor, M. (2020). How to Write a Cover Letter: The All-Time Best Tips. Retrieved from The Muse: https://www.themuse.com/advice/how-to-write-a-cover-letter-31-tips-you-need-to-know

Mayer, D. (2011). Career Essentials: The Cover Letter. Valley Publishing Ltd.

Zhang, L. (2020). How to Quantify Your Resume Bullets (When You Don't Work With Numbers). Retrieved from The Muse: https://www.themuse.com/advice/how-to-quantify-your-resume-bullets-when-you-dont-work-with-numbers

Uploaded By : Albert Henderson
Last Update : 29/01/2020

Printer Friendly Version

Email this to a friend

User Login

 
 
 

Not Registered yet?

Our Services

Binuscareer Profile

  • Active JobSeekers : 1485
  • Available Position : 40805
  • Total Jobseekers : 524562
  • Total Employer : 11775