Articles

Strategi Menghadapi Wawancara Kerja

By Agung R Harmoko

Sebut saja Budi mendapatkan panggilan kerja sebagai Programer di sebuah IT – Solution terkemuka di Indonesia. Pada posisi tersebut ia di hadapkan pada beberapa tugas yang menuntut pemilikiran logis analitis, kreatifitas, tentu saja menyukai bidang komputer. Pada saat interview lebih banyak seputar seberapa banyak pengetahuan seputar bahasa pemograman, sikap kerja, dan alasan mengapa saya menyukai pekerjaan sebagai programmer.

Pada prinsipnya, Budi menjawab,dengan lugas: diluar posisi yang dituju sebagai programer, minat saya lebih kepada bidang menajemen, bidang ini merupakan rencana saya dikemudian hari. Nampaknya hal inilah yang membuat saya merasa melakukan kesalahan akan dari jawaban yang saya berikan. Saya memberikan jawaban sangat “polos” jujur. Programer bukan merupakan impian saya melainkan impian, hal ini hanya saya jadikan langkah awal saya untuk meniti karir dikemudian hari. Dalam situasi demikian si pewancara nampak sedikit kaget. Selanjutnya pertanyaan dilanjutkan kembali dengan topik terkait dengan bahasa pemograman. Pada akhir interview saya bertanya kepada interviewer, bagaimana peluang saya untuk diterima. Lalu ia menjawab maaf untuk sementara belum dapat bergabung dengan kita. Mendengar itu saya merasa apa salah saya menjawab pertanyaan yang diajukan dengan jujur ?, selain itu apakah salah bila saya menjelaskan dengan cukup detail mengenai minat saya ?

Seperti halnya suatu perlombaan, di perlukan pengetahuan, pemahaman persiapan dan startegi dalam menghadapi proses Wawancara. Hal ini sangat diperlukan karena merupakan langkah awal pembentukan kesan untuk dapat berlanjut ke proses berikutnya.

Terlebih dahulu kenali tipe wawancara terlebih dahulu. Ada beberapa Beberapa jenis wawancara antara lain :

1. Screening Interview, dengan kata lain yang “walking interview “, dilakukan bila jumlah pelamar berjumlah besar. Recruiter berhadapan dengan banyak calon yang sama bagusnya. Demi menghemat biaya dan efisiensi waktu, banyak recruiter yang melakukan wawancara kerja melalui telepon. Sifatnya kurang mendalam, biasanya dilakukan oleh HRD untuk mengenali calon tersebut dengan mencocokan informasi yang tergambar dalam CV. Pada jenis ini biasanya hanya mengambil kesan awal saja.
2. Panel or Group Interview pada umumnya wawancara jenis ini merupakan bentuk dari forum diskusi yang di hadiri sekitar 4- 10 orang pelamar; diantarannya ada yang bertugas sebagai penulis, anggota, moderator, dan pengambil keputusan. Dalam situasi demikian si pewancara biasanya terdiri dari 2 atau lebih. Bentuk dari interview jenis ini diberikan sejumlah persoalan atau beberapa kasus lalu di berikan beberapa waktu kemudian sampai pada pengambilan keputusan. Selama proses diskusi berlangsung si interview melakukan observasi kepada para calon kemudian melakukan analisa dengan disesuaikan kebutuhan posisi yang dituju.
3. Case interview, jika Panel or Group Interview di hadiri lebih dari satu orang jenis ini hanya ada pelamar dan interviewer. Dalam hal ini pelamar diberikan suatu cerita, atau beberapa catatan yang berisikan cerita/ kasus. Tugas pelamar adalah mampu memahami, mengerti kemudian sampai pada tahap memberikan solusi alternatif terhadap kasus tersebut.
4. Behavioural interviews, dasar pemikiran interview jenis ini adalah melakukan pengumpulan informasi sebanyak mungkin mengenai informasi masa lalu kemudian di gunakan untuk meramalkan perilaku masa depan. Kompetensi yang terkandung dalam interview jenis ini adalah:
o Individual competencies – seputar fleksibilitas berfikir, pengambilasn resiko, integritas dsb.
o Managerial competencies – Leadership, empowerment, strategic planning, management control.
o Analytical competencies – Seperti pengambilan keputusan, kemauan belajar, berfikir praktis dan detail dan inovasi.berfikir.
o Interpersonal competencies – seperti keterampilan komunikasi, teamwork, kemandirian dsb.
o Motivational competencies – Seperti suatu yang membuat individu melakukan sesuatu dalam hal ini factor motivation, kemamuan berprestasi , inisiatif, konsentrasi dsb.

Bagi perusahaan wawancara, merupakan salah satu cara membandingkan antara karakteristik pelamar dengan persyaratan jabatan yang harus dimiliki.Setelah memahami tipe – tipe wawancara kita diharapkan lebih memahami arah dan tujuan proses wawancara umumnya dilakukan beberapa perusahaan. Lebih lanjut ada beberapa strategi yang dapat anda lakukan untuk mengikuti proses wawancara. Pakar karir merupakan psikolog asal dari amerika, Shierley Floan Fadder mengatakan pada intinya wawancara kerja dilakukan bertujuan untuk mengetahui apa yang dapat anda berikan kepada perusahaan, bukan apa yang perusahaan dapat berikan pada anda. Berikut merupakan langkah – langkah yang dapat anda lakukan untuk menghadapi proses interview :

1. PREPARE
Persiapkan diri anda untuk menjawab pertanyaan – pertanyaan yang akan diajukan. Cari tahu sebanyak mungkin informasi yang terkait dengan peruasahaan yang memanggil anda. Browsing internet atau anda bisa tanyakan kepada teman mengenai informasi perusahaan tersebut. Usahakan jawaban – jawaban yang anda berikan terkait dengan latar belakang dan “core” bisnis perusahaan. Ingat nama yang melakukan interview, untuk menciptakan kesan awal bahwa anda memiliki perhatian.

2. GET READY
Langkah kedua yaitu persiapkan busana yang akan anda pakai untuk menghadapi wawancara. Pilihlah pakaian yang rapi dan sopan, tidak perlu mahal. Ini sebagian faktor penting karena dengan pakaian membangun kesan awal sebelum interviewer melakukan proses wawancara. Persiapkan pena dan kertas sebelum anda berangkat, yakinkan pena anda benar – benar dapat digunakan. Jangan lupa bawa kembali CV , protofolio dan hasil karya yang telah anda ciptakan.

3. ON TIME
Datang 10 - 20 menit sebelum jam yang telah ditentukan. Hal ini dianggap perlu untuk memberi kesempatan bagi diri anda mengatur nafas dan lebih mengenal situasi kondisi memudahkan anda cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitar.

4. STAY CALM
Selama proses wawancara pekerjaan bersikaplah santai dan tetap tenang. Selalu dan pelihara kontak mata dengan pewawancara. Ketika pewancara sedang berbicara jangan alihkan pandangan fokuskan diri anda terhadap lawan bicara anda. Dengarkan pertanyaan yang diajukan oleh interviewer dengan cermat dan seksama, jangan memotong pembicaraan selama interviewer bertanya.

5. SHOW WHAT YOU KNOW
Tampilkan diri anda secara optimal, hal ini dapat dilakukan dengan mencoba menceritakan pengetahuan anda seputar perusahaan yang melakukan wawancara. Selain itu ceritakan prestasi – prestasi yang anda ciptakan, Ingat bukan prestasi yang anda inginkan tapi yang telah anda hasilkan. Anda bisa menceritakan secara seimbang dengan menceritakan kelebihan dan kekurangan anda. Perlu dicermati yaitu pada saat anda menceritakan kekurangan anda jadikan kekurangan anda merupakan proses anda belajar dan mengembangkan diri anda.

6. FOLLOW UP
Ketika anda diberikan kesempatan, apakah ada pertanyaan, maka anda dapat melanjutkan dengan menciptakan pertanyaan yang relevan dengan posisi, situasi, atau job description. Anda dapat tanyakan pula berapa lama proses ini sampai tahap selanjutnya. Jika interviewer tidak memberikan kepastian, maka anda dapat lakukan dengan bertanya kelanjutannya melalui telepon atau surat. Jangan lupa ucapkan terimakasih kepada interviewer karena telah diberi kesempatan untuk mengkuti proses seleksi diperusahaan ini.

Berikut beberapa pertanyaan yang umum di tanyakan oleh interviewer , ini hanya menjadikan gambaran sebagian kecil dari pertanyaan – pertanyaan yang seringkali diajukan oleh interviewer:

- Ceritakan tentang anda ?
- Ceritakan kelemahan – kekurangan anda ?
- Di rumah anda dekat dengan siapa ?
- Apakah anda memiliki teman dekat ?
- Seberapa jauh orang lain mempengaruhi anda ?
- Orang yang seperti apa yang enak dijadikan patner bekerja ?
- Orang seperti apa yang tidak anda sukai untuk bekerjasama dengan anda ?

o Selama masih kuliah anda aktif pada aktifitas apa saja ?
o Apa yang menjadikan alas an saudara memiliki bidang studi yan telah anda ambil ?
o Minat yang mana anda mengenai produk kami/servis?
o Apakah hobby anda ?
o Apa yang anda lakukan pada waktu luang anda ?
o Apa yang anda ketahui mengenai posisi yang anda tuju ini ?
o Situasi seperti apa yang membuat anda merasa tertantang melakukan suatu tugas ?
o Kondisi yang bagaimana membuat anda merasa tidak nyaman ?
o Hal yang seperti apa membuat anda merasa percaya diri ?
o Lingkungan kerja seperti apa yang membuat anda betah ?


- Apakah rencana anda 4 tahun kedepan ?
- Apa yang akan anda lakukan ketika rencana yang anda rencanakan gagal ?
- Ceritakan lebih lanjut mengenai impian anda ?
- Apakah anda suka membaca buku ?
- Topik apakah yang menjadi acuan utama anda tertarik ?
- Mengapa anda tertarik terhadap topik tersebut ?

Mengapa bisa tidak berhasil dalam proses wawancara ?
Umumnya ketidak b erhasilan terjadi karena hasil wawancara menunjukan si pelamar belum memiliki kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan kualifikasi perusahaan,. Jika hal ini terjadi, kembali lagi anda harus bersikap lebih rasional karena hal ini berat untuk di siasati karena terkait dengan pengalaman kerja dan apa yang anda lakukan selama anda bekerja. Ada jalan lain, hal yang dapat anda lakukan dengan mencoba melamar tempat lain dengan standar kualifikasi kompetensi yang tidak setinggi di mana terakhir anda tidak berlanjut proses tersebut.
Selain itu, penyebab kegagalan wawancara kerja dengan menghindari hal yang di larang dalam mengikuti proses interview adalah Berbohong, Hal ini dapat dilakukan setelah melakukan cek referensi kerja. Karena hal ini terkait dengan masalah integritas, perusahaan tidak menginginkan orang yang tidak bisa dipercaya.
Hal yang sangat umum penyebab kegagalan dalam proses wawancara yaitu melibatkan factor subyektifitas interviewer. Hal ini ,biasanya sangat kuat dalam membentuk dan mengambil suatu kesimpulan akhir. Cobalah untuk berisikap cerdas melihat dan memahami situasi agar mendapatkan gambaran ideal interviewer.



Uploaded By : Jong Budi Santoso
Last Update : 03/06/2005

Printer Friendly Version

Email this to a friend

User Login

 
 
 

Not Registered yet?

Our Services

Binuscareer Profile

  • Active JobSeekers : 1820
  • Available Position : 40117
  • Total Jobseekers : 460530
  • Total Employer : 11578