Articles

Tentang Marah yang Menghancurkan Kita

Emosi dasar manusia

Pendiri aliran psikologi behaviorisme John B. Watson menyebutkan bahwa manusia memiliki tiga emosi dasar, yaitu takut, marah, dan kasih sayang. Sedangkan, tim ilmuwan dari Universitas Glasgow, Skotlandia, dalam penelitiannya yang dimuat Jurnal Current Biology mengatakan ada empat emosi dasar manusia, yaitu bahagia, sedih, takut, dan marah.

Lain lagi menurut Richard G. Warga dalam bukunya Personal Awareness: A Psychology of Adjustment membagi manusia dalam lima emosi dasar, yaitu senang, sedih, cinta, takut, dan marah. Ada lagi pendapat lain tentang emosi ini, Daniel Goleman mengatakan ada delapan jenis emosi, yaitu marah, sedih, takut, nikmat, cinta, terkejut, jengkel, dan malu.

Pendapat para ahli psikologi tersebut menjelaskan bahwa marah termasuk emosi dasar. Marah juga berkaitan erat dengan agresi dan kekerasan. Oleh karena itu, bila marah sudah mengarah ke agresi maka akan bersifat destruktif. Selanjutnya marah yang tak terkendali akan merugikan diri sendiri dan lingkungan sekitarnya.

Aristoteles (384-322 SM) mengatakan: siapa pun bisa marah, marah itu mudah. Tetapi, marah pada orang yang tepat dengan kadar yang sesuai, pada waktu yang tepat, demi tujuan yang benar, dan dengan cara yang baik, tidaklah mudah.

Faktor timbulnya amarah

Marah memiliki dua tipe, marah implisit (anger in) dan marah eksplisit (anger out). Marah anger in bentuk marah pada diri sendiri yang bisa berakibat depresi dan timbulnya rasa benci. Sedangkan marah anger out bentuk marah yang ditujukan pada orang lain atau perusakan benda-benda sekitarnya (Andetyowati Nastiti, dkk, 2014). Marah anger out adalah perilaku marah yang dieskpresikan dengan melukai secara psikis pada orang yang menjadi sasaran. Contohnya adalah ucapan yang menyinggung perasaan, memaki-maki, menghina, merendahkan, memperlakukan berbeda, menyepelekan. Sedangkan marah anger out melukai secara fisik. Ekspresinya adalah menampar, meludahi, menjambak, menendang, memukul.

Tetapi ada juga amarah yang terjadi begitu saja pada pribadi tertentu. Ada orang yang mudah marah, yang kita sebut pemarah. Orang seperti ini bisa marah-marah dalam berbagai situasi, di mana saja, kapan saja. Emosinya meledak-ledak tanpa peduli orang-orang sekitarnya. Orang seperti ini biasanya tidak boleh tersinggung sedikit pun. Sekali tersinggung, timbul amarah dengan segala tuduhannya dan dengan suaranya yang kencang. Siapa saja bisa kena semprot.

Gangguan kepribadian

Orang yang tidak bisa mengendalikan amarahnya serta selalu menuduh orang sekitarnya sebagai penyebab masalah, bisa jadi orang ini mengalami gangguan kepribadian antisosial. Gangguan kepribadian antisosial merupakan kepribadian yang cenderung menyalahkan orang atas semua masalah yang terjadi pada dirinya. Kemudian mengintimidasi orang sekitarnya tanpa menyesali kelakuannya ini.

Ciri yang paling parah adalah tidak bisa mengendalikan amarah yang meledak-ledak. Menurut Rita Atkinson pada buku Pengantar Psikologi 2 (1993) gangguan kepribadian seperti ini biasanya muncul pada masa remaja dan dapat berlangsung sepanjang hidup.

Penelitian efek marah

Sebuah penelitian yang dimuat di The European Heart Journal Acute Cardiovascular Care menjabarkan hasil penelitian terhadap 313 pasien yang terkena serangan jantung. Mereka diminta mengisi kuesioner tentang tingkat kemarahan yang dialami dalam waktu 48 jam sebelumnya. Hasil dari analisis kuesioner tersebut, sering marah-marah akan meningkatkan risiko terkena serangan jantung 8,5 kali lebih tinggi setelah 2 jam mereka marah-marah. Jadi, seorang pemarah lebih rentan terkena serangan jantung karena ketidakstabilan emosi. Selain itu, mereka yang memiliki kecemasan tinggi juga berisiko terkena serangan jantung.

Belum diketahui secara persis bagaimana amarah bisa memicu serangan jantung. Tetapi dugaannya, stres dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, penyempitan pembuluh darah, pemecahan plak, dan pembekuan yang akhirnya terjadi serangan jantung (Gaya Hidup, 2015).

Dampak marah-marah

Emosi marah yang tidak terkontrol akan berdampak negatif. Dampaknya pada faktor psikologis, hubungan sosial, dan kesehatan. Dampak kerugiannya yaitu jantung berdebar lebih keras, tekanan darah meningkat, cepat lelah, daya tahan tubuh menurun, hati tidak bahagia, tambah musuh, perasaan terluka, tidak bahagia, timbul masalah baru, sakit kepala, rentan terkena serangan jantung, stroke, emosi meninggi, merusak barang, depresi, bunuh diri, anarkistis, berbuat kriminal.

Tips mengelola marah

Mengelola marah dipandang perlu agar tidak bertindak destruktif dan merugikan semua pihak. Tips sederhana yang diperoleh dari berbagai sumber sebagai berikut: sebelum marah tariklah napas yang panjang, coba sabar beberapa detik, tenangkan diri, diam sejenak, fokus pada diri sendiri, hilangkan dendam, coba bercanda, relaksasi, meditasi, berpikir sebelum bicara, curhat.

Edited By : Zia Ully Kahfi Binus Career

Sumber:http://megapolitan.kompas.com/read/2017/06/28/08582981/tentang.marah.yang.menghancurkan.kita

Penulis: IRWAN SUHANDA - 28/06/2017, 08:58 WIB

Uploaded By : Nurlianti Auliani
Last Update : 18/09/2017

Printer Friendly Version

Email this to a friend

User Login

 
 
 

Not Registered yet?

Our Services

Binuscareer Profile

  • Active JobSeekers : 5194
  • Available Position : 34387
  • Total Jobseekers : 371731
  • Total Employer : 11045