Articles

7 Ekspektasi Negatif Anak Magang Sebelum Menjalani Vs Realitanya

Magang bisa menjadi program wajib sekolah atau kampusmu, tapi bisa juga atas inisiatifmu sendiri. Yang jelas pengalaman magang akan bisa membangun kemampuanmu dan kepribadianmu. Semakin kamu menghasilkan sesuatu sebagai anak magang, semakin kamu akan dipertimbangkan oleh perusahaanmu itu untuk lanjut menjadi karyawan tetap atau dipertimbangkan oleh perusahaan lain yang juga tertarik denganmu. Berdasarkan hasil interview IDN Times dengan beberapa orang, berikut ini tujuh ekspektasi negatif anak magang sebelum menjalaninya, yang terbantahkan oleh realitanya!

1. Jadi pesuruh dan mengerjakan hal-hal remeh

Kebanyakan anak magang telanjur dengar cerita dari para seniornya atau dari anak angkatannya yang sudah teracuni seniornya. Mereka mendapatkan selentingan kabar bahwa anak magang pasti akan disuruh-suruh hal remeh seperti membuatkan minuman, memfotokopi dokumen atau membawakan barang.

Realita: kadang kalau diminta untuk terjun ke lapangan atau menyelesaikan problem nyata perusahaan harus siap. Kalaupun harus mengerjakan hal remeh, itu baik untuk perkembangan karaktermu.

2. Gak terlalu sibuk kayak orang kerja

Sebelum memulai masa magangnya, anak magang banyak yang berpikiran bahwa kerjaan mereka gak akan terlalu banyak. Ini karena secara logika awam, perusahaan tidak akan mempercayakan tugas utama karyawannya kepada anak magang.

Realita: cukup banyak perusahaan yang berinvestasi pada anak magang, malahan ada yang menggajinya dengan layak. Bahkan ada juga anak magang yang mendapatkan beban kerja seperti karyawan full time. Pengalaman magang seperti itu akan mengembangkan keahlianmu, bukan hanya formalitas menjalaninya.

3. Dijahilin sama karyawan full time

Karena banyak anak magang yang telanjur minder dan berpikir bahwa anak magang bisa disuruh apapun. Jadi banyak yang berpikir bahwa mereka akan dibodohi atau dibohongi oleh para karyawan full time soal peraturan atau segala hal terkait kantor tersebut.

Realita: sudah banyak perusahaan yang karyawannya memperlakukan anak magang selayaknya karyawan tetap perusahaan tersebut. Baik ini karena peraturan perusahaan yang ketat terkait perlakuan pada anak magang ataupun memang budaya yang sudah dibentuk di dalamnya.

4. Takut dikucilin atau diremehkan

Anak magang takut mereka dianggap remah-remah rempeyek karena takut dianggap mereka belum cukup berpengalaman atau kompeten dalam menangani pekerjaan yang dilakukan. Mereka pun takut hal itu akan membuat mereka dikucilkan dan merasa tersingkir ketika membahas hal profesional serius maupun hal pribadi tentang kehidupan.

Realita: sebagai anak magang, ilmu dan pikiranmu masih fresh terutama telah memiliki pemahaman terkini di bidangmu. Itulah yang dicari perusahaan dan banyak perusahaan telah sadar bahwa hal tersebut adalah aset. Masalah dikucilkan dalam bergaul, jangan khawatir, karena itu memang tergantung kepribadian rekan kerjamu masing-masing. Setidaknya jika tidak ingin dikucilkan, kamu bisa berlatih untuk mengakrabkan diri dengan mereka.

5. Harus banget bangun pagi dan taat dengan peraturan khususnya

Dunia kerja seakan penuh dengan peraturan serius yang konsekuensinya bahkan lebih seram daripada melanggar tata tertib sekolah atau kampus. Anak magang juga sering ditakut-takuti dengan peraturan khusus perusahaan yang unik dibandingkan tempat kerja lainnya.

Realita: banyak perusahaan masa kini yang memberikan kebebasan pada karyawannya, mulai dari jam kerja yang fleksibel sampai pakaian yang sebebas mungkin asal sopan. Kalaupun ada peraturan unik yang tidak ditemui di kantor teman seangkatanmu yang lain, itu membuat pengalamanmu lebih berwarna kan?

6. Dipenuhi karyawan yang sudah berumur dan senior

Wajar saja anak magang akan berpikir bahwa rekan kerjanya nanti akan dipenuhi dengan orang-orang yang sudah berumur. Karena angkatan orangtua mereka pun kebanyakan masih aktif bekerja (belum pensiun).

Realita: ada banyak perusahaan yang bahkan pemiliknya adalah anak muda dan semua karyawannya pun anak muda. Wajar saja, karena saat ini banyak sekali start-up bermunculan akibat perkembangan teknologi informasi yang dahsyat tak terbendung. Kalau pun kamu memang akan bekerja dengan rekan kerja yang sudah berumur, itu akan tetap bermanfaat untuk pengalamanmu. Siap kan kerja bareng siapa saja dan mendapatkan koneksi seluas mungkin?

7. Takut kalau gak dikasih untuk bagi waktu sama kampus

Beberapa anak magang harus menjalani magangnya bersamaan dengan masa kuliah atau masa mengerjakan skripsi. Kebanyakan dari mereka merasa was-was dan takut tidak diperbolehkan izin ketika ada kepentingan mendesak dari kampus.

Realita: perusahaan yang baik akan mengizinkan keperluan mendesakmu itu selama kamu bisa mempertanggungjawabkan izinmu itu. Jadi jangan khawatir perusahaan akan mempersulit urusan kampusmu. Lagi pula segala hal terkait aturan izin dan kebijakan yang diberlakukan untuk anak magang pasti disampaikan di awal sebelum kamu memulai masa magangmu.

Edited by : Zia


Sumber: https://www.idntimes.com/life/career/bayu/ekspektasi-jadi-anak-magang/full


Uploaded By : Albert Henderson
Last Update : 10/10/2018

Printer Friendly Version

Email this to a friend

User Login

 
 
 

Not Registered yet?

Our Services

Binuscareer Profile

  • Active JobSeekers : 1007
  • Available Position : 38300
  • Total Jobseekers : 392218
  • Total Employer : 11375